Pengembangan Kawasan Industri dan Terminal Pelabuhan Kendal

Jawa Tengah merupakan salah satu dari 6 propinsi yang akan menjadi Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambutnya dengan menyiapkan rancangan kawasan tersebut yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Lokasi ini sangat strategis karena berada di jalan by pass Kendal, yang merupakan jalur pantura Jawa, dan cukup dekat dengan pelabuhan dan bandara. Kesiapan kawasan dibuktikan pula dengan sudah ditetapkannya lokasi tersebut sebagai kawasan industri Kabupaten Kendal, juga dengan telah dibangunnya jalan, dermaga, kolam pelabuhan, dan kantor Pelabuhan Kendal. Lahan yang direncanakan untuk pengembangan awal adalah 2.770 ha.
Lokasi kawasan industri Kendal terbagi menjadi :

  1. Zona industri I
    Luas 972 ha ; terdiri dari kawasan industri logam, industri aneka, kawasan ekonomi khusus, kawasan pergudangan, kawasan fasilitas umum, kawasan pengolahan limbah, dan kawasan penyangga.
  2. Zona industri II
    Luas 792 ; ha terdiri dari kawasan industri kimia, kawasan industri aneka, kawasan industri hasil pertanian, kawasan pengolahan limbah, kawasan pemukiman, kawasan penyangga dan kawasan fasilitas umum.
  3. Zona industri III
    Luas 468 ha ; terdiri dari kawasan industri kimia, kawasan industri aneka, kawasan industri hasil pertanian, kawasan pengolahan limbah, kawasan pemukiman, kawasan penyangga dan kawasan fasilitas umum dan zona komersil.

 

Kondisi Eksisting

Lokasi yang direncanakan untuk Kawasan Ekonomi Khusus Kendal berada di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Luas area yang tersedia adalah 2.870 ha.
Kawasan ini sudah disiapkan untuk menjadi kawasan ekonomi khusus dengan alasan-alasan :

  1. Secara geografis dekat dengan jalan nasional, bandara dan pelabuhan. Letaknya di Jawa Tengah merupakan titik strategis untuk distribusi di Pulau Jawa.
  2. Dukungan insfrastruktur lengkap, meliputi 2 pelabuhan ekspor, 2 bandara internasional, jalur kereta api, jaringan pipa gas, listrik, air dan telekomunikasi.
  3. Dukungan vendor industri yang luas karena disekelilingnya ada 8 kawasan industri, 873 industri berorintasi ekspor, 3339 industri sedang dan besar, 524 manufactur dan 644.000 industri kecil.
  4. Kesiapan lahan seluas 2.770 hektar.
  5. Kemudahan perijinan yang diurus dalam satu atap (one stop service).
  6. Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah sebagai kawasan industri.
  7. Adanya insentif berupa dasar infrastruktur, percepatan perijinan dan pembebasan retirbusi untuk waktu tertentu.

 

Aspek Pasar

Dukungan sumber daya manusia dari 5 perguruan tinggi negeri, 244 swasta, 782 sekolah menengah kejuruan, 19 balai latihan kerja, 2 balai latihan kerja industri dan badan kordinasi sertifikasi profesi. Didukung komitmen dari Gubernur dan Walikota, dunia usaha serta masyarakat luas.

Aspek legal dan sistem kerjasama
Tanah milik pemerintah dan masyarakat Sistem kerjasama : investasi murni
Analisa keuangan Biaya investasi : Rp. 7.755.000.000.000

Free business joomla templates